Skip to content

Caleg Golkar Nagan Raya: Bila digugurkan, kami tempuh jalur hukum

CALEG Golkar dari dapil I Nagan Raya, Teuku Idris, mengatakan mereka sedang menunggu hasil pleno Komisi Independen Pemilihan Aceh terkait surat rekomendasi Badan Pengawas Pemilu Aceh.

“Kalau digugurkan tindak lanjutnya kami akan menempuh jalur hukum. Salah satunya ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) di pusat,” ujar Idris kepada ATJEHPOSTcom lewat telepon seluler, Jumat 6 September 2013.

Sejauh ini, kata Idris, Daftar Caleg Tetap Golkar Nagan Raya sudah betul. “Mungkin ada berbeda pendapat dalam melihatnya,” ujarnya.

Yang dimaksud Idris adalah Sekretaris Umum Partai Golkar Nagan Raya, Khaidir. Ketika pendaftaran caleg, kata Idris, Khaidir sakit dan memberikan mandat kepada Wakil Sekretaris Teuku Alibasyah Hukum.

“Mandat itu diketahui Ketua Golkar Nagan Raya dan tidak ada batas waktu,” ujar Idris.

Saat masa perbaikan berkas pendaftaran caleg, kata dia, Alibasyah lalu diangkat menjadi sekretaris definitif sesuai surat keputusan Golkar Aceh.

Hal senada disampaikan calon legislatif Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan II Darul Makmur, Yusni Yusuf. Dia menyesalkan tindakan menggugurkan Daftar Calon Tetap partai berlambang pohon beringin tersebut di Nagan Raya. Menurutnya proses pencalonan para caleg selama ini sudah dilakukan sesuai prosedur oleh partai.

“Namun kenapa tiba-tiba ketika proses penetapan DCT oleh KIP Aceh sudah dilakukan, malah sekarang sudah bermasalah,” ujarnya.

Menurutnya, saat proses rekruitmen caleg dilakukan diakui tidak disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Umum Partai Golkar Nagan Raya, Khaidir. Namun sebelumnya, kata dia, Khaidir telah memberikan mandat kepada Teuku Alibasyah Hukum yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris.

“Saat itu saudara Khaidir sakit dan karena dia tidak bisa mengikuti proses perekrutan calon maka dia memberi mandat kepada Wakil Sekretaris Teuku Alibasyah Hukum,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Aceh telah menggugurkan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari Partai Golkar Nagan Raya untuk pemilu legislatif 2014. Keputusan diambil oleh Bawaslu Aceh pada 27 Agustus 2013.

“Kemudian, rekomendasinya kita kirim ke KIP Aceh. Jadi terhitung kapan KIP Aceh menerima surat kita, kemudian tujuh hari ke depannya harus ditindaklanjuti,” ujar Ketua Bawaslu Aceh, Askhalani, yang dihubungi oleh ATJEHPOSTcom, Rabu sore, 4 September 2013.

Keputusan yang diambil itu, kata dia, sesuai dengan Undang Undang Nomor 8 tahun 2012 dan keputusan Komisi Pemilihan Umum tahun 2013.

“Jadi yang kita putusan satu paket (DCT-red). Ini sesuai dengan undang-undang,” katanya.[]

atjehpost.com