Capres Demokrat Murni Berdasar Survey – Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konvensi calon presiden Partai Demokrat (PD) akan benar-benar berdasarkan survey. Artinya, siapa yang memperoleh suara tertinggi dan disukai masyarakat akan diusung sebagai calon presiden.

Ketua Harian PD, Syarif Hasan mengatakan penjaringan sudah mulai dilakukan. Tahap pertama dengan menyusun komite konvensi yang bertugas menjaring nama dan tokoh yang berminta bergabung. Tapi nantinya, pengusungan murni berdasarkan survey.

“Murni survey. Survey dengan hasil tertinggi langsung ditetapkan sebagai capres. Iya dong, kan rakyat yang menentukan,” katanya, Selasa (9/7).

Ia kembali menegaskan konvensi terbuka untuk semua orang yang berminat. Tak terbatas pada kader internal partai tetapi bisa sosok yang independen yang memiliki kualitas. Ia pun yakin PD tetap akan mendapatkan suara yang tinggi sehingga bisa maju untuk mengajukan calon presidennya.

Sebelumnya, Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan peserta konvensi bisa berasal dari kader PD ataupun non-kader asalkan memenuhi syarat yang dilakukan komite konvensi. Nantinya, seleksi konvensi berupa pengenalan kandidat kepada masyarakat, wawancara media, debat antarkandidat, dan para kandidat bisa melakukan kegiatan di luar aturan konvensi dan di luar konteks.

Proses waktu tahapan konvensi berlangsung selama delapan bulan sejak September hingga April. Akhir bulan mendatang komite konvensi akan menetapkan siapa yang ditetapkan sebagai kandidat. Pemenang konvensi akan ditentukan pada Mei sebelum Pilpres.

“Pemenang konvensi berdasarkan hasil survey bukan oleh kader PD semata. Pada hakekatnya rakyat dilibatkan,” katanya.

Survey, lanjut SBY, dilakukan setidaknya dua kali oleh tiga lembaga survey yang independen dan akan diumumkan secara transparan oleh panitia konvensi.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)