REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Citra negatif Aburizal Bakrie (Ical) menjadi buah bibir di perbincangan media sosial ketimbang tokoh lainnya yang difavoritkan maju pada Pilpres 2014 mendatang.

Berdasarkan hasil survei lembaga peneliti perbincangan politik Politicawave, perbincangan negatif bakal calon presiden dari Partai Golkar ini mencapai 44 persen. “Kesan positifnya hanya sembilan persen,” kata Direktur Politicawave, Yose Rizal di Jakarta, Selasa (24/9).

Yose mengungkapkan, perbincangan mengenai Ical, masih didominasi citra perusahaannya, Lapindo, yang terlibat dalam bencana lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Selain itu, berbagai tindakan Ical pada beberapa waktu terakhir, seperti penolakan terhadap jurnalis saat ‘openhouse’ Idul Fitri 2013, juga telah memicu sentiman negatif luas.

Yose mengatakan, perbedaan pendapat di tubuh partai Golkar mengenai pencapresan Ical hingga memunculkan wacana evaluasi pencapresannya juga masih menjadi wacana menarik yang terus diperbincangkan di media sosial.

Dari data yang dipaparkan Yose, faktor-faktor lain yang memicu sentimen negatif di antaranya penggunaan media massa secara masif oleh Ical untuk berkampanye, dan isu mengenai utang perusahaannya.

Di sisi lain, masih kata Yose, Ical mendapat suntikan popularitas ketika dirinya disebut sebagai capres ideal oleh tujuh purnawirawan jenderal TNI, kemudian kegiatan safari politik ke daerah dan dukungan dari mantan Presiden BJ Habibie.

Survei dan analisis yang dilakukan Politicawave dilakukan selama enam bulan sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2013 dengan menyaring 3.994.528 percakapan di media sosial dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 1.156.874 orang.

Media sosial yang dimaksud adalah twitter, facebook, blog, youtube, juga mempertimbangkan perbincangan para kandidat bakal calon presiden dari pemberitaan media online.

www.republika.co.id