Skip to content

Hanura Gunakan Strategi tak Lazim

Hanura Gunakan Strategi tak Lazim

Padang Ekspres • Selasa, 10/09/2013 17:37 WIB • Arzil • 45 klik

Hanura

Padang, Padek—Ketua Um­um DPP Hanura Jenderal (Purn) Wiranto menyebutkan, menghadapi Pemilu 2014 nan­ti, Partai Hanura akan me­nerapkan strategi yang tak lazim layaknya yang sering digunakan oleh partai lainnya.

“Strategi tak lazim yang akan kami mainkan itu untuk menja­wab kondisi negara yang juga tak lazim, yang terjadi saat ini,” ungkap Wi­ran­to kepada warta­wan seusai membuka pem­be­ka­lan Caleg DPR RI, DPD, DPRD provinsi, kabu­paten dan kota se Sum­bar, Hotel Grand Inna Mua­ra Pa­dang, Senin (9/9).

Dalam penggunaan stra­tegi “gila” itu, Wiranto men­janjikan akan menghadirkan kejutan bagi para kontestan yang akan ikut pemilu dan juga Pilpres 2014 mendatang.

Dikatakan, dasar strategi tak lazim yang digunakan Ha­nura itu berpijak pada UU, di anta­ranya menyangkut pengu­sulan Capres dan Cawapres bisa diu­sung oleh partai politik peserta pemilu.

Menurutnya, dengan ce­pat­nya Hanura tetapkan Ca­pres dan Cawapres akan lebih baik. “Ini sesuatu yang bukan kebetulan, selain itu dengan cepatnya pe­netapan itu makin memberi kesempatan bagi Hanura untuk mempersiap­kan strategi peme­nangan Pil­pres dan juga pileg,” yakin Wiranto yang hadir ber­sa­ma Ketua Bappilu DPD Hanura Harry Tanoesudibyo di acara pembekalan caleg tersebut.

Wiranto juga mengklaim, berdasarkan survai salah satu lembaga belum lama ini me­nye­butkan dalam waktu 3 bulan setelah deklarasi Capres dan Cawapres, populeritas Hanura melejit yang kini jadi 97 persen di­banding beberapa partai lainnya.

Kendati dirinya meyakini hasil survai itu cukup baik, namun dia tetap minta kader­nya untuk tidak terpengaruh dengan hasil survai-survai lain, yang isinya menjadikan posisi Hanura berada di bawah par­tai-partai lainnya.

Sedangkan menyangkut per­­siapan calegnya untuk le­gis­latif, secara nasional Wira­nto minta kadernya itu bisa menjadi eksekutor mem­­beri jaminan adanya perubahan bagi bangsa. Soalnya, kehadi­ran Hanura di tanah air me­mang bertujuan menghadir­kan perubahan bagi rakyat dan negara.

Di sisi lain Ketua Bappilu DPD Hanura, Harry Tanoe­su­dibyo menjelaskan untuk bisa jadi pemimpin, harus punya semangat pendobrak. Dia ya­kin dengan makin ba­nyak­nya kader Hanura di legis­latif dan eksekutif  maka pelu­ang Ha­nura jadi pe­menang pemilu dan pilpres bisa dica­pai.

Dia juga menegaskan pe­milu nanti Hanura harus me­nang, sehingga. Bisa terjadi peru­bahan. “Esensial dari sebuah perubahan yang bisa dihadirkan Hanura itu be­rangkat  potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar. Sa­yang­nya dari segi opti­ma­lisasi dari esensi itu belum berjalan cepat,” kata Hary Tanoe diha­dapan ratusan caleg Partai Hanura Sumbar itu.

Dijelaskan, antara potensi yang dimiliki Indonesia ter­lihat dari SDA yang banyak seperti tambang, populasi penduduk dan lainnya. Se­harusnya dengan potensi, ka­tanya, Indonesia bisa jadi negara yang besar. Namun kondisi yang ada justru kon­tradiktif. Permasalahan ini, lan­jut­nya, terletak dengan masih lemahnya penegakan hukum, banyaknya tindak korupsi dan masih terjadinya kesenjangan sosial di ma­syarakat dan hal lainnya.

Ketua Hanura Sum­bar, M Tauhid menyebutkan agar Ha­nura menang di Sumbar, dan mendudukan calegnya di DPRD provinsi dan kabupaten kota.(*)

[ Red/Administrator ]

padangekspres.co.id