INILAH.COM, Jakarta – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menonaktifkan Bambang W. Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Pengarah Bappilu.

Keputusan ini didasari atas kasus dugaan suap penanganan perkara pemalsuan sertifikat lahan yang menjerat Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Subri. Hanura ingin Bambang Soeharto konsentrasi.

“Untuk lebih mengonsentrasikan urusan Pak Bambang selaku Direktur Utama PT Pantai Aan,” ujar Ketua Umum Partai Hanura Wiranto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Posisi Ketua Dewan Pengarah Bappilu diambil alih oleh Wiranto. Sementara untuk posisi Ketua Dewan Pembina diserahkan kepada Subagyo HS.

Sebagaimana diberitakan, KPK mencegah Bambang dan empat orang lainnya itu ke luar negeri. Kasus ini melibatkan Subri dan seorang wanita bernama Lusita Ani Razak.

Subri dan Lusita tertangkap tangan KPK saat diduga bertransaksi suap dengan barang bukti uang senilai Rp 213 juta, Minggu (15/12/2013). Lusita diduga anak buah Bambang. [rok]

inilah.com