INILAH.COM, Jakarta – Hingga tutup tahun 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak juga menahan bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Berbagai janji KPK di depan publik akhirnya diingkari sendiri. KPK temui jalan buntu untuk menahan Anas?

Janji KPK ke publik Tanah Air tentang rencana menahan Anas Urbaningrum terkait kasus gratifikasi dalam proyek Hambalang terus meleset. Puncaknya janji menahan Anas pada Desember 2013 juga meleset total. Ini kontradiksi dengan tagline yang belakangan identik dengan KPK “Berani Jujur Hebat”. Dalam kasus Anas, KPK justru tidak jujur dalam penahanannya.

Janji pertama KPK terkait penahanan Anas Urbaningrum saat Juli 2013 lalu. Saat itu KPK menjanjikan akan menahan Anas setelah Idul Fitri Agustus 2013. “Insya Allah (segera ditahan), saya perkirakan habis lebaran,” ujar Ketua KPK Abraham Samad pada 19 Juli 2013 lalu.

Namun lebaran telah usai, KPK tak kunjung menahan Anas Urbaningrum. Justru yang dijumpai publik, Anas bakal ditahan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahan hasil audit investigasi proyek Hambalang.

Namun, setelah BPK menyerahkan hasil auditnya pada 23 Agustus 2013 dan pada 4 September 2013 terkait audit kerugian proyek Hambalang, lagi-lagi KPK tak kunjung menahan Anas Urbaningrum. Alih-alih menahan Anas, hasil audit BPK sama sekali tidak menyebut nama Anas Urbaningrum.

KPK pada 17 Oktober 2013 bukannya menahan Anas, justru menahan Andi Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga mantan Juru Bicara Presiden SBY. Pasca penahanan Andi Mallarangeng, publik menduga tak lama lagi Anas bakal ditahan.

Pada pertengahan November 2013, lagi-lagi KPK menjanjikan ke publik bakal menahan Anas bila berkas pemeriksaan telah melebihi 50 persen. Pada pertengahan November, status berkas Anas sudah 50 persen. “Ini sudah 50 persen. Kalau sudah melampaui 50 persen, KPK akan lakukan penahanan terhadap tersangka,” kata Ketua KPK Abraham Samad tengah November lalu.

Namun, penjelasan berbeda justru muncul pada 11 Desember 2013. Ketua KPK mengatakan, penahanan Anas tak kunjung dilakukan dikarenakan rumah tahanan di KPK penuh. “Tahanan KPK saat ini lagi full. Kita khawatir kalau yang bersangkutan ditahan di luar dan bisa melakukan sesuatu,” kata Abraham.

Sehari jelang tutup tahun 2013, KPK tampaknya tak ada alasan lain selain menjelaskan alasan tekhnis yang menjadi ranah penyidik. Ketua KPK Abraham Samad menegaskan Anas pasti akan ditahan namun menunggu konfirmasi bagian penindakan. “Pimpinan selalu menyatakan hampir. Yang perlu saya sampaikan, bukan hanya AU yang dari penetapan sampai penahanan cukup lama, tapi banyak juga yang lainnya,” kata Abraham awal pekan ini.

Menaggapi tidak jelasnya penahanan Anas Urbaningrum oleh KPK, pengacara Anas Urbaningrum Firman Wijaya mengatakan sebaiknya KPK melepaskan Anas Urbaningrum bila ragu menilainya bersalah. “Kami percaya KPK bisa menghargai keadilan buat AU (Anas Urbaningrum). Sebaiknya kalau orang tidak bersalah, kalau ragu-ragu lepaskan,” kata Firman Wijaya di Gedung KPK, Selasa (31/12.2013).

inilah.com