Skip to content

Wiranto Kritik Aturan Main Pencalonan Presiden

SoloBlitz – Minggu, 28/07/2013 19:40 WIB

Jend.Purn Wiranto (tengah) didampingi Jend.Purn Subagyo HS (sebelah kanan Wiranto), ketika melakukan jumpa Pers dalam acara acara Safari Ramadan, di Diamond Restaurant, Solo, Minggu (28/7/2013) petang. Foto: Larasati Reyma

Jend.Purn Wiranto (tengah) didampingi Jend.Purn Subagyo HS (sebelah kanan Wiranto), ketika melakukan jumpa Pers dalam acara acara Safari Ramadan, di Diamond Restaurant, Solo, Minggu (28/7/2013) petang. Foto: Larasati Reyma

SOLO – Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto meminta kepada masyarakat untuk lebih selektif memilih Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2014 mendatang. Menurutnya, saat ini yang jadi permasalahan adalah minimnya regulasi dan aturan, tentang sistem pencalonan presiden sesuai UUD 1945 tentang Capres dan Cawapres.

“Setidaknya aturan atau sistem Capres dan Cawapres dipertegas jangan sampai ada Capres yang hanya lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas-red) lolos masuk bursa pencalonan. Kita lihat aturan sekarang, Camat saja diharuskan lulusan S1, masak nanti Calon Presidennya hanya lulusan SMA,” ujarnya dalam jumpa pres sebelum digelarnya acara Safari Ramadan, di Diamond Restaurant, Solo, Minggu (28/7/2013) petang.

Wiranto mengatakan jika Calon Presiden di Indonesia adalah ujung tombak dari kebangkitan bangsa. Dengan penduduk Indonesia sebanyak 240 ribu juta orang, harus dipimpin dengan sosok yang berdedikasi tinggi dan bersih.

Ditanya mengenai jumlah kader Hanura sekarang, Wiranto mengakui kader Hanura saat ini sudah mencapai 3,7 persen yang tersebar dari berbagai wilayah. Sedangkan, target Hanura kedepannya mendapatkan suara sebanyak-banyaknya, sehingga mempunyai jumlah kursi yang mampu menghantarkan Hanura untuk mengajukan pasangan Capres dan Cawapres.

“Hanya dalam waktu 3 tahun Hanura sudah hemat dapat mencetak nilai 3,7 persen. Tapi saya sedikit kecewa dengan hasil survei sekarang, masak Hanura hanya 1,4 persen,” ungkapnya.

Larasati Reyma P | @laras_rey

Editor : Deniawan